Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 7 Juta


Sobat Klikasuransiku, apakah kamu pusing bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 7 juta? Hal ini sangat wajar, apalagi harga-harga kebutuhan semakin mahal saja. Bicara masalah gaji memang tidak ada patokan berapa jumlah yang kecil atau besar karena semuanya kembali kepada kebutuhan masing-masing. Kalau kamu hidup di kota kecil saja gaji 7 juta rupiah sudah dikatakan besar tapi berbeda halnya kalau di kota besar.

Jadi memang sebenarnya cukup tidaknya gaji kamu untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan kembali kepada diri sendiri. Maksudnya adalah bagaimana kamu bisa membuat perencanaan pengeluaran setiap bulan untuk mengatur supaya gaji yang diterima bisa mencukupi. Tanpa pengaturan keuangan yang baik meskipun gaji kamu besar pasti tidak akan pernah bisa mencukupi kebutuhan hidup.

Cara untuk Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 7 Juta Rupiah

Saat kamu masih lajang mungkin gaji habis tidak masalah tetapi berbeda halnya ketika sudah berumah tangga. Kamu harus mengatur sebaik mungkin pengeluaran supaya gaji sebulan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Bingung bagaimana caranya? Kamu bisa menggunakan panduan berikut ini.

1. Hitung Jumlah Pemasukan dan Pengeluaran


Hitung Jumlah Pemasukan dan Pengeluaran


Hal pertama yang harus kamu lakukan tentu saja harus tahu berapa jumlah pemasukan dan berapa besar rencana pengeluaran dalam satu bulan. Sebisa mungkin hindari pengeluaran yang jumlahnya melebihi pemasukan atau gaji yang kamu dapatkan dalam sebulan karena itu bisa membahayakan kondisi keuangan jangka panjang.

Jumlahkan penghasilan kamu dan pasangan setiap bulannya lalu buat rencana pengeluaran per bulan. Misalnya gaji kamu Rp. 4,5 juta dan pasangan Rp. 2,5 juta maka totalnya Rp. 7 juta. Buat daftar pengeluaran bulan ini seperti :

A. Biaya kebutuhan harian (makan, minum, transportasi,pulsa, listrik, dll) yaitu sebesar 40%% dari gaji

B. Cicilan rumah sebesar 30%

C. Hiburan 5%

D. Lain-lain 25%

Dengan membuat rencana pengeluaran tersebut maka kamu bisa mengetahui apakah jumlahnya melebihi penghasilan atau tidak. Perhitungan pengeluaran tersebut juga berfungsi sebagai acuan dan “rambu-rambu” saat kamu membelanjakan uang.

2. Tidak Berhutang untuk Hal Konsumtif

Seberapa sering kamu berhutang hanya untuk membeli sesuatu yang kurang penting bahkan sifatnya konsumtif? Kalau cukup sering melakukan hal ini sebaiknya segera kurangi mulai sekarang. Utang konsumtif adalah utang yang tidak menghasilkan sesuatu atau hanya habis begitu saja misalnya membeli baju baru, jalan-jalan dan sebagainya.

Walaupun kamu ingin berhutang atau meminjam uang gunakan untuk hal yang produktif sehingga dalam jangka waktu tertentu dana tersebut akan kembali. Contohnya sebagai modal usaha warung makan.

3. Hitung Besaran Asuransi


Hitung Besaran Asuransi


Kamu dan anggota keluarga lainnya seperti suami/ istri dan anak-anak pastinya juga ikut dalam program asuransi seperti BPJS. Nah, tentu saja uang untuk membayar iurannya harus kamu hitung juga. Jangan sampai kebutuhan asuransi kamu lewatkan hanya karena merasa gaji tidak cukup.

Asuransi jiwa dan kesehatan sangat kamu perlukan karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dengan memiliki asuransi kamu bisa tenang kalau suatu saat sakit dan tidak bisa mencari penghasilan.

4. Dana Darurat

Hampir sama dengan asuransi kesehatan, kamu juga sebaiknya memiliki dana darurat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Dana darurat tersebut bisa kamu gunakan ketika ada peristiwa mendadak dan diluar rencana yang membutuhkan biaya. Contohnya biaya perbaikan mobil di bengkel, dana untuk menyumbang saudara yang meninggal dan sejenisnya. Dana darurat ini sebaiknya kamu simpan terpisah dengan uang lainnya supaya tidak habis digunakan.

5. Rencana Investasi dan Tabungan


Rencana Investasi dan Tabungan


Gaji sebesar apapun tidak akan cukup kalau tidak pandai mengalokasikannya. Nah, salah satunya yaitu sisakan gaji kamu untuk investasi dan tabungan. Kalau bisa besarnya sekitar 15% dari gaji yang kamu terima tiap bulan. Berinvestasi adalah cara untuk mengembangkan uang kamu supaya dalam jangka waktu tertentu jumlahnya bertambah. Sedangkan tabungan berfungsi untuk menyediakan dana bagi keperluan tertentu misalnya biaya sekolah anak.

6. Buat Skala Prioritas

Dalam mengatur keuangan rumah tangga kamu harus tahu mana kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga dan mana yang masih bisa ditunda. Buat daftar sesuai dengan tingkat urgensinya. Buat skala prioritas dengan mendahulukan kebutuhan yang urgen dan tunda yang belum diperlukan saat ini.

Itulah tips dan cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 7 juta yang bisa kamu gunakan sebagai panduan. Kehidupan bukan hanya untuk saat ini saja sehingga kamu juga harus mempersiapkan finansial untuk masa depan sebaik mungkin.


Share :





Artikel Lain


Buat kamu generasi milenial, Apakah kamu merasa perlu untuk memiliki asuransi jiwa? Ternyata sekarang waktunya kamu peduli dengan asuransi jiwa!

Selengkapnya

Sebuah survei yang dilakukan oleh GoBankingRates pada bulan Februari 2018 lalu, ditemukan fakta bahwa semakin banyak generasi milenial tidak memiliki tabungan sama sekali. GoBankingRates menemukan bahwa anak muda di AS yang berusia 18-24 tahun memiliki saldo tabungan kurang dari US$1.000 atau hanya sekitar Rp 14,6 juta. Bahkan yang tidak memiliki tabungan sama sekali ada hampir separuh di antara mereka.

Selengkapnya

Semua orang tentu ingin memperoleh kebebasan finansial. Sebagian orang mencapai tujuan itu dengan menjadi pemilik bisnis atau investor. Jenis investasi apa yang bisa dilakukan saat ini?

Selengkapnya

Powered by
Member of Sinar Mas

Pilihan Pembayaran

Disclaimer | Copyright 2018 PT Asuransi Simas Jiwa

PT Asuransi Simas Jiwa telah terdaftar dan diawasi oleh

Follow Us
Version 2.3.5

Powered by
Member of Sinar Mas

Pilihan Pembayaran


PT Asuransi Simas Jiwa telah terdaftar dan diawasi oleh
Follow Us
Copyright 2022 PT Asuransi Simas Jiwa
Version 2.7.0
klikasuransiku.com - 2022