TIPS MENJAGA KESEHATAN ANAK DI ERA DIGITAL

image

Menjaga kesehatan anak di era digital mengalami banyak tantangan. Maraknya perkembangan teknologi dan gawai canggih membuat orang tua mesti putar akal agar anak-anak mereka tetap aktif dan sehat. Pasalnya, saat ini anak kian betah berlama-lama bermain dengan gawai. Akibatnya, anak akan menjadi tidak aktif dan mengalami perkembangan motorik yang lambat.

Lalu bagaimana tipsnya agar anak-anak tetap sehat di era digital ini? Ini dia beberapa tipsnya:


1. Persuasi anak untuk rutin melakukan aktivitas motorik

Menurut Elisabeth Santosa, penulis buku ?Raising Children in Digital Era? yang juga seorang Psikolog, orang tua harus aktif mendorong anak-anaknya melakukan aktivitas motorik, seperti bermain dengan mainan asli, membaca, berbicara, dan sebagainya.

Meskipun tak salah membiarkan anak bermain dan berkreasi dengan gawai, namun perlu adanya pembatasan waktu sehingga anak tak memainkannya hingga berjam-jam, bahkan seharian. Memberi batasan waktu adalah cara yang tepat agar anak tidak ketergantungan teknologi.


2. Biasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat

Berbagai makanan instan saat ini seringkali hanya menyajikan tampilan dan rasa yang menggugah selera. Namun, faktor nutrisi dan higienitasnya kurang terjaga. Tak heran, anak-anak masa kini rentan terkena penyakit akibat sering mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Oleh karena itu, orang tua mesti pandai mengolah makanan sehat menjadi aneka camilan yang disukai anak-anak. Dengan membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang setiap harinya, maka imunitas tubuhnya akan terjaga.


3. Menanamkan cara pandang bahwa air putih lebih enak daripada minuman berperisa

Tak dapat dimungkiri, semakin banyak jenis minuman yang memiliki rasa lebih enak sehingga terkadang peran air putih tergantikan. Anak-anak mesti ditanamkan bahwa sebenarnya mengonsumsi air putih jauh lebih sehat dibandingkan minuman berperisa. Biasakan anak untuk minum air putih sebanyak 8 gelas atau setara 2 liter untuk setiap harinya.


4. Awasi kegiatan anak di dunia maya

Pesatnya arus informasi di Internet membuat berbagai konten bisa diakses pada gawai yang digunakan oleh anak. Karena itu, penting untuk mengawasi segala kegiatan anak pada gawainya. Tujuannya agar anak tidak terpapar konten negatif seperti pornografi dan terhindar dari ancaman yang mungkin timbul di dunia maya.


5. Lakukan komunikasi mendalam dengan anak setiap harinya

Saat ini, semakin banyak anak dan orang tua yang jarang berkomunikasi karena sama-sama sibuk dengan gawainya masing-masing. Karena itu, rutin berbicara dan berdiskusi dengan anak membuat orang tua jadi lebih tahu tentang perasaan anaknya. Rutin makan malam bersama di satu meja setiap harinya dipercaya dapat menjaga komunikasi antara ayah, ibu, dan anak.

Selain lima hal di atas, yang tak kalah penting adalah menyediakan asuransi kesehatan. Tujuannya untuk melindungi anggota keluarga saat jatuh sakit, sehingga prinsip keluarga modern yang bahagia dan sehat akan dengan mudah tercapai.



Share :





Artikel Lain


Saat ini Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan kekurangan gizi sedunia. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa saat ini sekitar 900 ribu jiwa dari total 23 juta balita di seluruh Indonesia menderita kekurangan gizi. Dampak kekurangan gizi buruk tersebut tak hanya berimbas terhadap bentuk tubuh yang pendek maupun kurus, namun juga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan sehingga ikut menurunkan kualitas sumber daya manusia.

Selengkapnya

Menjaga kesehatan anak di era digital mengalami banyak tantangan. Maraknya perkembangan teknologi dan gawai canggih membuat orang tua mesti putar akal agar anak-anak mereka tetap aktif dan sehat. Pasalnya, saat ini anak kian betah berlama-lama bermain dengan gawai. Akibatnya, anak akan menjadi tidak aktif dan mengalami perkembangan motorik yang lambat.

Selengkapnya

Tanggal 10 Oktober lalu bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Seluruh dunia mulai membahas pentingnya kesehatan mental seperti depresi, stres, gelisah dan perubahan suasana hati. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan depresi.

Selengkapnya

Powered by
Member of Sinar Mas

Pilihan Pembayaran

Disclaimer | Copyright 2018 PT Asuransi Simas Jiwa

PT Asuransi Simas Jiwa telah terdaftar dan diawasi oleh

Follow Us
Version 2.3.5

Powered by
Member of Sinar Mas

Pilihan Pembayaran


PT Asuransi Simas Jiwa telah terdaftar dan diawasi oleh
Follow Us
Copyright 2022 PT Asuransi Simas Jiwa
Version 2.7.0
klikasuransiku.com - 2022