Mutasi Virus Corona, Ujian Babak Baru Pandemi Covid-19?


Sejak pertama kali ditemukan pada akhir 2019, Covid-19 telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dalam berinteraksi. Berbagai cara telah ditempuh mulai dari regulasi dari pemerintah masing-masing negara hingga kesadaran tiap individu untuk melakukan pembatasan sosial.

Kita sempat sedikit bernafas lega ketika vaksin mulai didistribusikan secara bertahap. Harapan untuk terbebas dari pandemi mulai mendapatkan titik terang.

Namun baru-baru ini telah dilaporkan ada mutasi Covid-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Hingga artikel ini diterbitkan belum ada penjelasan yang valid mengenai mutasi virus ini yang menjadi varian baru Covid-19. Beberapa negara merespon temuan ini dengan berbagai kebijakan yang pada umumnya memperketat aturan kedatangan dari luar negeri.

Dilansir dari bbc.com, Prof Lawrence Young dari University of Warwick mengatakan "Varian virus di Inggris dan Afrika Selatan memiliki perubahan pada gen spike yang konsisten dengan kemungkinan bahwa virus tersebut lebih menular,"

Masih dari situs yang sama Dr. Lucy van Dorp, pakar evolusi patogen di University College London menjelaskan bahwa sebagian besar mutasi pada virus adalah “penumpang”. Namun ada kalanya ketika virus ini beruntung dan bermutasi sedemikian rupa hingga mampu bertahan lebih lama dan berkembang biak, dan dengan seleksi alam virus ini dapat meningkatkan frekuensinya.


Share :





Artikel Lain


Saat ini Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan kekurangan gizi sedunia. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa saat ini sekitar 900 ribu jiwa dari total 23 juta balita di seluruh Indonesia menderita kekurangan gizi. Dampak kekurangan gizi buruk tersebut tak hanya berimbas terhadap bentuk tubuh yang pendek maupun kurus, namun juga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan sehingga ikut menurunkan kualitas sumber daya manusia.

Selengkapnya

Menjaga kesehatan anak di era digital mengalami banyak tantangan. Maraknya perkembangan teknologi dan gawai canggih membuat orang tua mesti putar akal agar anak-anak mereka tetap aktif dan sehat. Pasalnya, saat ini anak kian betah berlama-lama bermain dengan gawai. Akibatnya, anak akan menjadi tidak aktif dan mengalami perkembangan motorik yang lambat.

Selengkapnya

Tanggal 10 Oktober lalu bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Seluruh dunia mulai membahas pentingnya kesehatan mental seperti depresi, stres, gelisah dan perubahan suasana hati. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan depresi.

Selengkapnya

Powered by
Member of Sinar Mas

Pilihan Pembayaran

Disclaimer | Copyright 2018 PT Asuransi Simas Jiwa

PT Asuransi Simas Jiwa telah terdaftar dan diawasi oleh

Follow Us
Version 2.3.5

Powered by
Member of Sinar Mas

Pilihan Pembayaran


PT Asuransi Simas Jiwa telah terdaftar dan diawasi oleh
Follow Us
Copyright 2022 PT Asuransi Simas Jiwa
Version 2.7.0
klikasuransiku.com - 2022